Abula’la Al-Maududi : Muslim besar yang menentang Mahatma Gandhi

Posted: October 9, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

Muslim besar yang menentang Mahatma Gandhi, Pahlawan Islam, Muslim, Pejuang Islamremajaislampos—“WAHAI pemuda, hendaklah kalian menjadikan abad mendatang abad Islam. Peradaban yang ada saat ini hampir runtuh. Saat itu, terjadi kekosongan di kehidupan manusia dan tiada yang dapat mengisi kekosongan itu melainkan Islam. Kalian wajib berjuang mengisi kekosongan itu dengan sabar dan cermat.” (Nasehat Abul A’la Al-Maududi kepada para pemuda)

Usia 17 taon Jadi Pemred

Al-Maududi lahir taon 1903 di kota Aurangabad, Kesultanan Hyderabad (Deccan) India bagian selatan. Keluarganya dikenal sebagai ahli ilmu, di keluarga itulah ia belajar bahasa Arab, ilmu Quran, en hadits. Kariernya di bidang jurnalistik dimulai sejak berumur tujuh belas taon, dari surat kabar Al-Madinah hingga jadi pemimpin redaksi harian Al-Jam’iyah di New Delhi.

Makalahnya yang berjudul Al-Jihad fil Islam ditulisnya taon 1926. Kumpulan makalah yang akhirnya jadi buku itu merupakan bantahan terhadap pemimpin bbesar nasional India, mahatma Gandhi. Makalah-makalah selanjutnya membuat namanya tersohor hingga ke Mesir bahkan direkomendasikan jadi bacaan wajib anggota Ikhwanul Muslimin.

Perjalanan Dakwahnya

Taon 1932, Al-Maududi nerbitin majalah bulanan Turjumanul Quran buat ngelawan pemikiran-pemikiran impor yang sekuler.

Taon 1938, Al-Maududi pindah ke lahore, Punjab buat ketemu Muhammad Iqbal, salah seorang penyair Islam.

Taon 1947, India terbagi jadi dua bagian, India en Pakistan. Al-Maududi pindah ke Pakistan. Di sana, ia memperjuangkan syariat Islam di setiap institusi negara, eh, pemerintah Pakistan malah ngerasa terpojok yang berakibat dijeblosinnya Maududi ke penjara. Juni 1950, ia dibebasin setelah dua puluh bulan mendekam di penjara.

Taon 1953, Al-Maududi dijatuhi hukuman mati coz bersikeras menentang paham Qadiyaniyah, bahkan mengeluarkan fatwa “kafir” buat paham ini. Masih dilindungi Allah, pemerintahan militer Pakistan akhirnya kepaksa mencabut vonis itu coz kuatnya argumen Al-Maududi en tuntutan kaum muslimin di seluruh dunia.

Karya-karya Abul A’la Al-Maududi

Di antara karya beliau adalah Manhajut Taghyir Al-Islami, Al-Harakatul Haddamah, Al-Jihadu fi Sabilillah, Tadzkiratu Du’atil Islam, en many more. Buku-bukunya disebarkan en diterjemahin ke banyak negara, seperti negara-negara Arab, negara-negara Islam, Eropa, Amrik, Asia Tenggara, en Afrika.

Pulang ke Rahmatullah

20 September 1979 menjadi hari terakhir Al-Maududi hidup di dunia. Ia menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di New York. Banyak tokoh Islam kontemporer yang hadir dalam pemakamannya selaen ribuan muslim laen. Di antaranya ada Dr. Yusuf Qardhawi, Ustadz Saiful Islam Hasan Al-Banna, Abdul Aziz ali Al-Muthawwi’, en Said Hawwa.

Al-Maududi dapet penghargaan atas jasa-jasanya di medan dakwah, pemikiran, en pelayanan terhadap Islam. Penghargaan internasional itu dikasih ama Raja Faisal di resepsi yang diselenggarakan Raja Khalid bin Abdul Aziz. Resepsi itu sendiri digelar di kota Riyadh, bulan Rabiul Awal taon 1399 H. Putra Al-Maududi, Faruq, menerima penghargaan itu.

Hubungan Abul A’la Al-Maududi degan Asy-Syahid Sayyid Quthb begitu dekat. Asy-Syahid Sayyid Quthb menyebut Al-Maududi dengan nama Al-Muslim Al-‘Azhim (muslim besar). Al-Maududi memuji buku Ma’alim fith Thariq yang ditulis Sayyid Quthb, “Apa yang tertulis di buku Ma’alim fith Thariq persis seperti pendapatku, bahkan seolah-olah akulah yang menulis buku itu. Sungguh, Sayyid Quthb mengutarakan pemikiranku dengan cermat.” []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s