Shirin Ebadi, Muslimah Pertama Peraih Nobel Perdamaian

Posted: October 8, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

Hakim, Muslimah Pertama Peraih Nobel Perdamaian, Perdamaian, Tokoh Perdamaianremajaislampos—KALANGAN terpelajar mana yang nggak kenal nobel? (weits, mentang-mentang hari kebangkitan nasional, bahasanya itu…ck, ck, ck) Nih penghargaan mulai diadain sejak taon 1901 (jadul banget ya, seabad yang lalu, Jack!), penghargaan yang dibagiin yaitu dari bidang fisika, kimia, kedokteran, sastra, en perdamaian. Penghargaan internasional ini mulai nambah satu bidang lagi, yaitu ekonomi, sejak taon 1968.

Paling nggak, 200-an nama bertarung buat memperebutkan berbagai bidang penghargaan itu. Bikin penasaran, apakah ada muslim yang pernah dapet nih penghargaan bergengsi? Ada! Seingat KAHFI, paling nggak udah ada tiga muslim yang dapet nih penghargaan. En muslimah pertama yang dapet nobel adalah Shirin Ebadi? Who’s she?!

Lahir dari Keluarga Hukum

Nggak heran kalo bakat ‘pengadilan’ udah ada di dalam jiwa Ebadi coz secara keluarga, emang Ebadi dibesarin dalam keluarga terpelajar. Liat aja, bokapnya Ebadi, yang namanya Mohammad Ali Ebadi, adalah seorang Kepala Kantor Administrasi di Hamedan. Ebadi emang lahir di Hamedan, Iran Barat Laut pada taon 1947. Nah, bokapnya itu juga dosen pertama di bidang Hukum Komersial en juga nulis beberapa buku.

Keluarga Ebadi terbilang keluarga muslim yang taat en sangat menjunjung tinggi pendidikan. Gimana enggak? Setelah namatin SD di Firuzkuhi en nyelesein SMP di Anoshiravn, finally ke SMA Reza Shah Kabir, Ebadi berhasil masuk ke Universitas Teheran pada taon 1965. Ebadi nyelesein kuliah cuma dalam waktu 3,5 taon! En langsung ngedaftarin diri ke Departemen Kehakiman. Abis 6 bulan magang di pengadilan, Ebadi mulai jadi hakim sejak taon 1969. Selama itu juga, dia ngelanjutin pendidikannya en dapet gelar doktor dalam hukum publik pada taon 1971 dari Universitas Teheran.

Berjuang untuk Wanita dan Anak-anak Iran

Taon 1979, Iran mengalami revolusi, dikenal dengan Islamic Revolution. Pada saat itu, Ebadi udah berhasil menduduki berbagai posisi di Departemen Kehakiman, dari gelar wanita pertama yang menjadi hakim di pengadilan Iran sampe jadi presiden (kepala hakim kali ye..) Pengadilan Kota Teheran pada taon 1975. Abis revolusi itu, posisi wanita sebagai hakim dilarang en Cuma boleh jadi pegawai biasa. Pada awalnya, Ebadi en temen-temen laen menolak en protes keras. Meskipun dikasih kompensasi posisi laen sebagai litbangnya hakim wanita di Departemen Kehakiman, Ebadi tetap menolak en lebih memilih untuk pensiun dini. So, keinginannya untuk tetap berkarier di bidang hukum sempet terhenti sampe menjelang taon 1992 dia sukses mengantongi izin sebagai pengacara en buka praktek sendiri.

Dalam masa ‘hibernasi’nya, Ebadi menulis beberapa buku en artikel yang diterbitin sama media Iran. Ebadi juga berani mengambil kasus-kasus berat kayak kasus keluarga korban pembunuhan berantai yang terjadi di asrama kampus. Juga sama halnya, dia berani juga ngambil kasus Zahra Kazemi, jurnalis foto yang terbunuh di Iran. Semua kasus itu en kasus besar laen adalah kasus-kasus yang nggak pernah sekalipun dibayangin bakal diambil sama pengacara mana pun. So, secara itu aja, kepiawaian Ebadi udah teruji.

Selaen nanganin kasus-kasus berat, Ebadi juga ngajar di almamaternya. Selaen itu, dia juga memimpin kursus training hak asasi (kayak apa kursusnya yak?!)

Yang musti dicatet, dari sekian banyak kasus yang udah Ebadi tanganin, prioritasnya adalah memperjuangkan hak-hak wanita Iran en anak-anak, terutama korban pelecehan HAM. So, jelas kalo nobel perdamaian berhasil direngkuhnya.

Pernah Dipenjara

Seorang pejuang nggak afdhol kayaknya kalo belom pernah dipenjara. Liat aja, Asy-syahid Sayyid Quthb sampe Bunda Zaenab Al-Ghazali. Nah, begitu juga yang dialami sama Ebadi. Gara-gara terlalu aktif ngebela kaum lemah, Ebadi dipenjara atas tuduhan ’mempengaruhi’ publik! Gila nggak tuh?! Pada saat itu, dia lagi ngusut kasus yang emang nyangkut ke seseorang yang duduk di pemerintahan. Tapinya, dengan berani, dia hadir di Berlin pada taon 2000 untuk reformasi Iran.

Banyak orang berpendapat kalo Ebadi pantes diganjar buat sebuah nobel perdamaian coz perjuangannya di dalam negeri (Iran) en di luar negeri udah nggak keitung banyaknya. Baik sebagai pengacara, hakim, dosen, penulis, maupun aktivis, kayaknya hidupnya cuman buat perjuangan. Dia sendiri dinilai sebagai figur terkenal yang juga jadi kunci pergerakan reformasi Iran, nasibnya juga sama ama pejuang laen yang musti diusik sama pihak konservatif yang menguasai peradilan.

Mewariskan Ilmu dan Karya

Emang Ebadi sampe sekarang masih hidup damai sama suami en dua anaknya, tapi kayaknya apa yang dia lakukan selama ini buat dunia udah cukup deh buat bekalan dia di akhirat (tentunya tergantung ibadahnya juga sih). Misalnya aja, kultur ilmiah yang dia bangun bersama suaminya, yang seorang insinyur mesin itu, udah berhasil menanam jiwa pembelajar buat kedua anaknya. Anak pertamanya, lagi ngambil gelar doktor telekomunikasi di Universitas McGill di Kanada, en yang kedua baru lulus dari Universitas Teheran sebagai sarjana hukum.

Nah, wanita yang sampe saat ini udah nelurin lebih dari 70 artikel en 10 buku ini juga berhasil ngegaet empat penghargaan internasional, semuanya karena perjuangannya atas HAM.

Oke, siapa berikutnya neh? Ayo maju pemudi Indonesia! []

BOX:

Ebadi adalah wanita kesebelas yang pernah mendapat nobel perdamaian. Wanita pertama yang mendapat nobel adalah Marie Curie. Seorang Bertha von Suttner juga menjadi pionir wanita pertama yang berhak atas nobel perdamaian.

Untuk taon 2006, udah ada 191 nama yang dinominasikan buat meraih nobel perdamaian, 23 di antaranya adalah organisasi.

Pemenang nobel diumumkan tiap bulan Oktober setiap taonnya. Para pemenangnya menerima hadiah pada tanggal 10 Desember yang terdiri dari sejumlah uang (pasti banyak!), medali emas, en gelar. Tanggal itu sendiri adalah hari kematian Alfred Nobel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s