Bediüzzaman Said Nursi, Wonder of The Age!

Posted: October 7, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

Bediüzzaman Said Nursi, Pahlawan Islam, Wonder Of AgeI will demonstrate to the world that the Qur’an is a spiritual sun that shall never set and shall never be extinguished” (Bediuzzaman Said Nursi)

remajaislampos—PERNAH ngebayangin seremnya penjara jadul?! Pastinya banyak tikus en nggak ada bagus-bagusnya acan. Nah, Bang Said ini pernah ngerasain hidup di dalam penjara yang kayak gitu. Nggak hanya pengap, fasilitas yang ada pun minim banget. Walopun begitu, nggak menghalangi dia buat nulis, bahkan hasil karyanya itu jadi fenomenal buat muslim di dunia! En tau nggak, padahal karya aslinya tuh dia tulis cuma di sobekan-sobekan kertas bekas en diselundupin dalam kotak korek api! Mo tau berapa halaman yang dia tulis hanya dengan peralatan yang minim itu? 6000 halaman, Man!! 

Manusia Dua Abad Lalu

Said hidup dua abad lalu, dia lahir taon 1873 di desa Anatolia, Nurs, Turki. Makanya, dia dapat julukan Nursi. Said kecil menuntut ilmu di sekolah terbaik di desanya. Dari kecil, kecerdasan Said emang udah keliatan, karena otaknya yang encer itu juga yang bikin dia dikenal ama temen-temen en gurunya. Dia bener-bener tipe extraordinary people!. Makanya juga, karena kepandaiannya dalam berdebat, dia dijuluki Wonder of The Age atawa Bediuzzaman.

Di zaman itu Guys, kalo ente tau, lagi gencar-gencarnya ilmu pengetahuan yang basic-nya logika. Jadinya, ilmu-ilmu keagamaan mulai terpinggirkan. Akhirnya dia mulai berpikir gimana caranya biar kedua ilmu tersebut bisa diterima ama semua siswa, baik yang belajar di sekolah umum en juga sekolah agama atawa madrasah. Kalo gitu kan, bisa ngindarin siswa-siswanya dari ancaman atheisme en juga fanatisisme. Namun, emang nggak semudah membalik telapak tangan, demi mewujudkan ngediriin universitas yang ngajarin dua ilmu tersebut, Said Nursi sampe harus di penjara. Di laen pihak, Sultan Turki malah nganggap Said orang yang kejiwaannya terganggu en musti dikirim ke psikiater. Nggak taunya, sang psikiater malah bilang, “If there is a grain of insanity in Bediuzzaman, then there must be no sane person in the whole world!”

Perjuangan dalam Dunia Pendidikan

Bediuzzaman keluar masuk penjara gara-gara ngebela pendidikan. Nggak kalah ama Ki Hajar Dewantara kali yak. 31 Maret 1909, persidangan pertama dilalui Said Nursi dengan pembelaan yang sangat heroik (katanya sih begitu!) yang berakhir dengan putusan bebas buatnya. Abis persidangan, Said keliling-keliling Turki buat ngobarin semangat perjuangan, coba nyadarin masyarakat kalo sistem pemerintahan pada waktu itu nggak sesuai banget ama ajaran Islam. Iya lah, kediktatoran bukan dari Islam. Kota tujuan pertamanya adalah Anatolia Timur. Kemudian taon 1911, dia pergi ke  Damascus en ngasih ceramah di masjid Umayyad. Dari Damascus, dia balik lagi ke Istanbul masih dalam misinya buat ngediriin universitas di timur Anatolia. Dia berhasil ngebujuk Sultan buat nyumbang 190.000 emas lira buat ngebangun pondasi universitas yang diminta Said. Sayang banget pembangunan itu terhenti coz keburu ada Perang Dunia.

The Eastern Rebellion

Taon 1908, Said Nursi dikasih penghargaan ama Menteri Pertahanan Turki, sebuah medali perang gara-gara bisa meneror pasukan Rusia, en nggak cuman itu, dia juga ditawarin posisi di pemerintahan. Hmm….tawaran itu akhirnya ditolak Said, malah dia nerima tawaran buat jadi dosen di Darul Hikmah Al-Islamiyah, satu-satunya universitas yang berbasis agama pada waktu itu.

Delapan bulan di Ankara, Said pindah ke Van en hidup mengasingkan diri cuma beribadah kepada Allah. Cuma bertahan dua taon coz keburu ada peristiwa pemberontakan yang dikenal dengan “The Eastern Rebellion”. Golongan pemberontak minta banget bantuan Said buat ngerahin massa coz dia kan punya pengaruh gede di masyarakat. Bukannya nggak mau nolongin, tapi Said dengan bijak bilang kalo pedangnya bukan buat membunuh sesama muslim tapi buat ngelawan penjajah. “Sword is to be used against the outside enemy; it is not to be used inside. Give up your attempt, for it is doomed to failure and may end up in the annihilation of thousands of innocent men and women because of a few criminals.”

Perkataan seperti itu aja bisa bikin dia diseret ke penjara. Sampe-sampe pemerintah musti nyiapin penjara khusus di Barla, yaitu daerah yang dikelilingin pegunungan. Walopun Said di penjara, tapi jiwa en pikirannya nggak terpenjara untuk terus nulis buat perbaikan masyarakat. Gimana nggak berbuat, saat itu guys, kondisi masyarakat di Turki ancur banget. Adzan aja dilarang! Kalo ada tulisan soal agama di koran-koran aja, langsung dibredel dalam waktu 10 hari! Degradasi moral masyarakat kian memuncak. Masjid-    masjid bukan lagi tempat buat beribadah. Ngeliat kondisi masyarakat kayak gini, gimana nggak marah?!

Penjara Barla nggak membuat Said wafat, bahkan dia bisa menulis tiga bagian buku Risale-I Nur di sana. Delapan taon setengah dia tinggal di Barla cuma buat dipindahin ke penjara laen. Taon 1930, Bediuzzaman en 125 muridnya ditangkap en dijeblosin ke Pengadilan Kriminal Eskiþehir. Trus dia en friends dipindahin ke Kastamonu. Di kota ini dia bertahan selama tujuh taon trus dibebasin, abis gitu dia ngediriin jasa pengiriman ‘Nur’ buat nyebarin karangannya, yaitu Risale-I Nur.

Kehormatan, Kebanggaan, dan Kemenangan

Selama hidup hampir seratus taon, en masa-masa kelam di penjara udah dia lewatin, Said akhirnya pergi meninggalkan dunia ini pada tanggal 23 Maret 1960. Kepergian Said emang udah takdir Allah, juga barangkali karena kondisi fisiknya yang udah nggak kuat nerima akumulasi penyiksaan di penjara. Apalagi di penjaranya yang terakhir, dia sempat diracun en nggak boleh ada seorang pun muridnya yang boleh nolongin. Bediuzzaman Said Nursi emang udah tiada, tapi perjuangannya nggak ikut berakhir, ya kita-kita ini yang bakal nerusin perjuangannya itu, Bro! []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s