Menantang Maut dengan Bertinju!

Posted: October 6, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

Menantang Mau Dengan Bertinju, Cerita kematian Muhammad Alfaridzi, Petinju Indonesiaremajaislampos—BEBERAPA tahun yang lalu, Muhammad Alfaridzi, petinju asal Indonesia, menghembuskan napas terakhir. Cowok yang masih terbilang cukup muda itu meninggal akibat pukulan yang mengenai kepalanya saat ia bertanding melawan petinju asal Thailand. Sebelum dan sesudahnya, udah cukup banyak petinju-petinju yang ngalamin hal yang sama kayak Alfaridzi. Ironisnya, olahraga yang malah lebih cocok disebut adu jotos itu, masih aja dilakuin, en masih juga ditunggu-tunggu kehadirannya sama bokap-bokap, temen-temen cowok, sodara-sodara kita yang laki-laki, atau mungkin yang cewek-cewek juga? Walah. Padahal nih ye, jelas-jelas olahraga yang satu eni merupakan olahraga yang ngezalimin orang lain dan diri sendiri.

Kalau mau jujur., siapa sih yang mau dapat pukulan bertubi-tubi. Jangankan bertubi-tubi, dipukul sekali aja kayaknya lebih baik sakit gigi. Eh, nggak ding, lebih baik nggak sakit apa-apa…

Rawan Cedera Otak

Ini dia akibat utama yang sering dialamin sama seorang petinju, en nggak sedikit dari mereka yang nggak bisa bertahan dari penyakitnya itu.

Cedera otak yang dialamin sama seorang petinju diakibatin oleh pukulan yang sering diarahin ke bagian kepala. Hal ini dalam dunia kedokteran dan “pertinjuan” disebut sebagai kondisi impact. Nggak hanya itu, saat petinju jatuh tersungkur en kepalanya ngebentur lantai, juga bisa ngakibatin cedera yang serupa.

Kondisi kedua yang nyebabin cedera otak yaitu kondisi inert. Pada kondisi ini ada perbedaan di antara kita, eh…, ada perbedaan percepatan antara gerakan otak dan gerakan tulang. Jadi gini, ketika terkena pukulan, tulang terlebih dahulu bergerak daripada otak. Akibatnya, otak ngalamin benturan dengan tulang. Setelah tulang bergerak kembali ke habitat awalnya, otak baru ngalamin gerakan.

Penyakit yang Timbul Akibat Cedera Otak

Parkinson. Penderita penyakit ini, akan memperlihatkan ekspresi wajah yang datar dalam keadaan apa pun. Selain itu, ketika berbicara, tangannya akan selalu gemetar. Sang legendaris, Muhammad Ali adalah salah seorang petinju yang ngalamin hal ini.

Demential Precox. Penderita penyakit eni akan ngalamin penurunan fungsi memori, alias pikun awal.

Psikopati. Penderita penyakit yang satu eni, jadi susah banget diatur-atur. Penderitanya cenderung jadi nggak mau ngedengerin orang lain. Mungkin contohnya  Mike Tyson kali ye. Liat aja tuh, dia sampe nge-fans yang nggak pada tempatnya gitu. Pada kuping seorang Evander Hollifield. Kecewa saya…

Ada juga yang namanya hidrosefalus. Penyakit ini disebabin karena adanya cairan otak yang berlebihan. Orang yang mengidap penyakit ini biasanya sering sakit kepala, sering lupa, en kadang berjalan sempoyongan kayak Stephen Chouw yang lagi meragain jurus dewa mabok di Shaolin Soccer.

Penyakit lain yang berbahaya bagi petinju yaitu hipertensi, kelainan pembuluh darah, dan kelainan darah.

Berbahaya Juga Buat yang Nonton Tinju

Secara selain berbahaya buat petinjunya sendiri, olahraga yang satu eni juga bisa berbahaya buat penontonnya, baik yang nonton langsung atau pun yang nonton lewat televisi.

Buat yang nonton langsung di tempatnya, yang pasti sih, berbahaya buat perekonomian pribadi or rumah tangga, coz udah bukan rahasia lagi kalo sering banget diadain taruhan (judi) untuk nebak siapa yang menang. Selain itu, bi’ah (lingkungan) di sana juga nggak bagus banget.

Selain buang-buang waktu, nonton pertandingan tinju juga bisa mancing esmosi penonton, en ngajarin teknik-teknik untuk ngelakuin tindak kekerasan. [Awie]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s