Kalo Manusia Buang Gas

Posted: October 5, 2012 in IPTEK
Tags: , ,

Kalo Manusia Buang Gas, Buang Gas, Gas, Air, Sendawa, Kentutremajaislampos—EMANG bener kata Rasulullah saw, hindarilah makan makanan berbau tajam, kayak bawang putih, jengkol, pete, en so on. Jelas, selaen pas makannya nggak tenang, ente juga bakalan resah gelisah karena sewajarnya ente bakal ngeluarin gas! Yap, paling nggak, manusia ngebuang gas dari dua jalan, kalo nggak dari ekor (maap, bokong maksudnya) atawa dari mulut. Nah, cukup beda kan?!

SENDAWA = KESEDUAN

Gas yang satu ini dikeluarin dari mulut. Gimana bisa? Soalnya Guys, sehari-hari ente banyak nelen udara waktu makan (wah, yang sering makan angin neh, ati-ati!). apalagi kalo ente suka minum minuman bersoda, alamat bahaya tuh! Coz bukan cuma udara yang ente telen tapi juga CO2 alias karbondioksida. Selaen itu, tubuh kita juga memproduksi gas sendiri sebagai hasil proses pencernaan. Seenggak-enggaknya, satu liter gas dikeluarin dari tubuh ente setiap harinya (ngomong-ngomong, gimana nakarnya tuh?!) Gas-gas itu ada yang bau en ada yang nggak bau. Ya itu tadi, depend on apa yang ente makan. Ingat lho, rata-rata orang ngeluarin gas 10 sampe 15 kali tiap harinya (waduh, repot juge neh!). Salah satu cara ngeluarin tuh gas adalah dari mulut yang dikenal dengan sendawa atawa bahasa Indonesianya, keseduan (yee….sendawa kan juga bahasa Indonesia). Perjalanan gas buat bersendawa kurang lebih 30 sampe 45 menit. Makanya, jangan banyak makan kol, singkong, buncis, en bawang biar nggak cepet bersendawa.

Sendawa sendiri mengandung udara lebih banyak daripada gas buangan laen (hehehe), jangan tanya kenapa….

FLATUS, GAS BUANGAN MANUSIA

Nah,  bukan mo ngomong jorok neh, but satu lagi cara ngebuang gas adalah dari belakang, yaitu yang berupa kentut. Buat lebih amannya en biar mengandung nilai rasa bahasa yang lebih tinggi (halah, bahasanya jo, jo…) kita sebut aja Flatus, sepakat? Nggak jelas nama flatus dari mana tapi yang pasti neh nama lebih okelah daripada istilah yang satunya.

Oke, kata seorang ilmuwan yang udah neliti flatus, dia nyaranin jangan cuma tau bau en suara flatus aja. Coz flatus is more than that, you know….

Flatus berasal dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang ente telen, gas yang menerobos ke usus dari darah adalah gas dari reaksi kimia en gas dari bakteria dalam perut (wah, komposisi yang aneh en menyeramkan!!!) Terbukti, makin banyak udara yang ente telen, makin banyak kadar nitrogen yang terkandung dalam flatus (makanya, sering-sering mingkem, jack!). Loh, kok bisa? Ya iyalah, soalnya kalo oksigen yang kita hirup bakal terabsorbsi alias keserap sama tubuh sebelum nyampe di usus. Selaen itu juga, adanya bakteri en reaksi kimia antara asam perut en cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana en hidrogen. Tentu aja, proporsi masing-masing gas tergantung apa yang ente makan, berapa banyak udara yang ketelen, jenis bakteria dalam usus, en berapa lama ente menahan flatus (hehehe, ati-ati meledak!). Makin lama nahan flatus, makin besar juga proporsi nitrogen coz gas-gas laen terabsorbsi sama darah lewat dinding usus. Nggak heran kalo orang yang makannya cepet-cepet, kadar oksigen dalam flatusnya lebih banyak coz tubuh nggak sempat mengabsorbsi oksigen.

Bau flatus terjadi karena kandungan hidrogen sulfida en merkaptan yang keduanya mengandung sulfur (ya ampun, ternyata selama ini, flatus kita mengandung zat-zat berbahaya…….). Singkatnya, telor en daging punya peran besar buat memproduksi bau flatus, en kacang-kacangan punya andil dalam memperbesar volume flatus. Bunyi itu sendiri ada karena adanya vibrasi lubang anus (kalah henfon! Ada getarnya) saat flatus diproduksi, kerasnya tergantung pada kecepatan gas.

Flatus jelas keluar dari dubur coz density-nya lebih ringan. Gerak peristaltik usus (kalo nggak ngerti, tanya ama guru Biologi aja yak) mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan so memaksa isi usus, termasuk gasnya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus.

Beberapa sebab orang sering membuang gas flatus adalah sering nelen udara, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naek pesawat terbang (coz tekanan udaranya lebih rendah, Jack, so gas di dalam usus mengalami ekspansi en sensasi luar biasa so keluarlah……….

Wah, mending nggak usah diterusin aja ceritanya yak coz lama-lama kok mual juga neh. Btw, perlu diketahui juga bahwa flatus sangat ampuh menyerang siapa saja, di mana saja, meskipun tidak berbunyi tapi mematikan (silent but deadly, hiiiiii……) []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s