Pistol, Senjata Berbahaya bukan untuk gaya!

Posted: October 4, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

PISTOL, SENJATA BERBAHAYA YANG BUKAN BUAT GAYA, Pistol = Berbahayaremajaislampos—MAN, sejak peristiwa 9/11 sampe sekarang, isu terorisme nggak pernah habis dibahas semua orang. Laku bak kacang goreng. Mulai saat itu, orang-orang mulai berpikir buat ngejaga dirinya sendiri. Buat keamanan, biasanya banyak orang mulai mempersenjatai diri. Ada yang menyimpan golok, menyelipkan pisau, hingga memegang sendok en garpu [ye, itu mah mo makan kali!]. Salah satu senjata yang paling laris dicari masyarakat penakut adalah pistol. Jangan ngebayangin yang nggak-nggak dulu. Mending kita kulik story-nya di bawah ini. Berangkat……..

Asal Mulanya Adalah Mesiu

Penemuan-penemuan emang nggak selamanya digunain buat yang bener, ada juga yang akhirnya disalahgunain. Makanya, ‘perang’ sampe sekarang masih berlanjut coz perkembangan senjata juga makin wah sih. Abis ditemuin mesiu buat amunisi, alat peledak en kembang api, senjata api mulai dikenal orang. Bubuk mesiu hitam [atawa black powder] terdiri atas sendawa, arang, en belerang. Efek sampingnya, nih bubuk hitam bisa mengikis laras, banyak abunya, en berasap. [jadi kebayang koboi-koboi zaman dulu yang pistolnya berasap tiap kali abis nembak, trus ditiup deh kayak anak kecil niup lilin di kue ultahnya, hehehe…cupu abis!] nah, mulai saat itu, dikembangin deh bubuk mesiu tanpa asap. Bahan utama merupakan pembeda jenis mesiu. Ada yang dari nitroselulosa, en garam nitrat, atawa juga dari bubuk koloida, yaitu nitroselulosa yang dilarutin dalam nitrogliserin. Jenis yang disebut belakangan sekarang ini sering dipilih buat dijadiin amunisi.

Balik lagi ke masalah senjata, khususnya pistol, adalah proses revolusi yang cukup hebat. Senjata yang pertama kali make bubuk mesiu, meriam, dimulai pada taon 1313. Katanya buatan orang Jerman yang namanya Berthold Schwartz. Nih meriam bisa dibilang sebagai cikal-bakal pistol en senjata api. Inspirasinya dari cara menembakkan meriam. Ada tiga cara, yaitu matchlock, wheellock, en flintlock. Matchlock, dari kata match yang berarti korek api. Maksudnya, ente tinggal nyalain korek api di lubang penyulut aja yang bakal membakar mesiu. Kayak yang sering ente liat di pilem-pilem kartun en pilem perang zaman dulu. Yang kedua, wheellock, dari wheel-nya aja udah ketauan, mestinya nih meriam punya roda, tepatnya roda logam yang bakal ngeluarin api waktu berputar en ngegesek sepotong pirit [atawa FeS]. The last one, flintlock atawa pemakaian batu api. Nih sistem dijadiin standar senjata militer selama 200 taon! Setelah panjang kali lebar ngemeng-ngemeng, ternyata sistem wheellock-lah yang diadaptasi ke pistol.

Kata pistol berasal dari nama kota di Pistoia, Italia, which is tempat pembuatan pistol di abad XV. Metamorfoself [eh, kok jadi iklan, maksudnya metamorfosis] pistol sendiri dimulai sejak Samuel Colt mematenkan pistol praktis Colt Paterson-nya di taon 1835. Abis itu, Horace Smith en Daniel Wesson bikin pistol revolver dengan peluru tabur di taon 1857. Trus, pistol semi-otomatis muncul di taon 1895 yang dilanjutin sama John M. Browning buat matenin pistol otomatisnya di taon 1897. Finally, gara-gara kemajuan teknologi juga, Mike O’Dwyer dari Australia beberapa taon lalu bisa bikin pistol otomatis elektronik yang bisa meletuskan 3 balon! [eh, maksudnya 3 rentetan tembakan] hanya dalam 1/5000 detik. Kebayang nggak Man, betapa gilanya tuh kecepatan tembakannya.

Jenis Pistol en Sel-selnya

Oke, sekarang kita ngomongin jenis-jenis en komponen pistol. Pistol yang biasa dipake ama kebanyakan orang terbagi jadi tiga jenis, yaitu pistol revolver, semi otomatis, en otomatis. Pistol jenis revolver sering dipake sama koboi-koboi zaman dulu. Revolver merupakan jenis pistol modern pertama yang dikembangin en diperdagangkan manusia. Cirinya adalah silinder di bagian tengah senjata yang cukup gede. Nih silinder adalah tempat menyimpan peluru, biasanya cuma memuat enam butir peluru. Pistol semi otomatis mampu naruh peluru sendiri pada laras senjata. Waktu tembakan pertama dilecutkan, pelatuk bakal langsung otomatis berada pada posisi untuk menghantam nozel [atawa firing pin, posisi siap tembak lah]. Nih senjata mampu memuat peluru lebih banyak dari revolver tapi sering macet pas lagi digunain, jadi sering-seringlah merawatnya. Beda lagi ama pistol otomatis. Secara fisik, nih pistol sama banget ama semi otomatis tapi mampu menembakkan berondong jagung [eh, maksudnya berondongan peluru] terus-menerus dengan sekali picu. Dahsyat yak. Makanya, senjata kayak AK-47 en M-16 jadi pilihan kalo ada perang.

Satu pistol revolver yang mini aja punya tujuh komponen lho, but, singkat aja jadi empat bagian. Pertama, pastinya laras senjata atawa loop. Nih laras berfungsi sebagai tempat lewatnya proyektil peluru saat sebuah peluru meletus dalam sebuah pistol. Di dalam lars pistol ada alur melingkar [rifling], yaitu tempat lewatnya sebagian tekanan yang dihasilkan ledakan peluru. Singkat kata, nih tekanan jadi bikin sebutir peluru bisa keluar dari moncong pistol. Kedua, pegas merupakan alat utama penggerak sistem mekanik pada pistol. Terbuat dari bahan campuran besi dan baja, so, bikin pegas elastis tapi kuat banget. nah, waktu pemicu pistol ditekan, pelatuk pistol bergerak memukul nozel, yakni sebuah silinder kecil yang memukul bagian belakang peluru en blow it! Bagian ketiga, magazine, bukan majalah lho, tapi tempat menyimpan peluru dalam jumlah bervariasi. Biasanya sih bisa muat delapan sampe limabelas peluru. Komponen terakhir en yang paling penting waktu ente mo gunain pistol adalah peluru. Ya iya lah, kalo kosong nggak ada pelurunya, buat apaan? Peluru pada pistol berukuran lebih pendek dibanding ama senjata api laen. Karena pendeknya, daya jangkaunya pun terbatas, jadi nih pistol cuma buat nembak sasaran jarak dekat aja.

Prens, penggunaan senjata sendiri [buat pribadi maksudnya] sangat-sangat sulit. Di Inggris aja, punya senjata adalah sebuah pelanggaran. Nah, kalo di Indonesia juga, kepemilikan senjata tentunya banyak syaratnya, lagipula harga senjatanya juga mahal banget, bo. So, asal tau aja sih boleh, tapi kalo sampe punya, kayaknya agak berbahaya juga tuh, buat ente en orang laen. Sebisa mungkin pake tangan kosong aja, nggak perlu pake senjata. Batosai si Pembantai aja pensiun dini en jadi orang baek sekarang…..

BOX:

Pakar nitrogliserin pada zamannya adalah Alfred Nobel. Dari namanya, kita tahu kalo dia tuh yang ngediriin Nobel Foundation en ngasih Hadiah Nobel tiap bulan Oktober. Ironisnya, di akhir hayatnya dia musti make penemuannya sendiri buat pengobatan jantungnya. Pada 25 Oktober 1896, Nobel menulis surat buat Rooger Sohlman. Dia bilang, “Gangguan di jantungku akan menahanku di sini. Paris, paing tidak, untuk beberapa hari ke depan, sampai dokterku selesai mengobatiku. Bukankah ini ironi nasib bahwa aku menulis resep N/G 1 (nitrogliserin) untuk dipakai tubuhku. Mereka menyebutnya trinitrin, agar tidak membuat takut ahli kimia dan masyarakat. Pada waktu itu, dokter udah tahu nitrogliserin–yang ditemuin sama Ascanio Sobrero pada 1846–bisa dipake buat mengobati angina pektoris, gangguan pada jantung yang membuat dada sakit. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s