Satu hal yang Tidak Membosankan

Posted: September 30, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

Bored, Hal Yang Tidak Membuat Bosan, Bosan, So Bored, Cara Menghilangkan BosenPernah Bosan?, saya juga pernah…

remajaislampos—Kebosanan, pasti, pernah singgah dalam hidup kita. Bahkan mungkin pula akan datang kembali, nanti di suatu masa. Tetapi ia harus di jalani dan di lalui. Seperti gelapnya malam yang harus di lewati , untuk menikmati sejuknya pagi dan terangnya siang. Karenanya, Rosulullah mewanti-wanti, agar bila datang saat-saat lesu, jenuh atau bosan, jangan sampai dilampiaskan dengan cara yang tidak di benarkan.

Rosulullah SAW berabda, “Tiap-tiap amal itu ada masa-masa jemunya, dan pada tiap-tiap masa jemu itu ada peralihannya. Barang siapa yang peralihannya itu kepada sunnahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barang siapa yang peralihannya kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat”. (HR. Al Bazaar)

Allah SWT tidak akan pernah bosan untuk menerima amal ibadah hamba-Nya, sampai hamba itu sndiri yang merasa bosan.

Allah SWTtidak akan pernah bosan, untuk memberi karunia dan nikmat kepada para makhluk-Nya.

Allah SWT tidak pernah bosan, untuk menunggu kembalinya hamba-hamba-Nya yang tersesat, agar segera menyongsong pintu taubat, selama nyawa belum sampai di kerongkongan.

Allah SWT tidak akan pernah bosan, menerima amal kebaikan hamba-hamba-Nya, meski amail itu dilakukan dengan perlahan atau sesuai kemampuannya..

Justru manusialah yang punya rasa bosan. Karena secara fitrah, ia punya potensi untuk itu. Bahkan, tidak sedikit yg mudah bosan. Rosulullah memberikan jawaban, agar menjalani ibadah sesuai kemampuan, memberi gambaran betapa pentingnya seorang muslim mengelola tabiat dirinya secara trampil, agar tetap berjalan seimbang, bahkan dalam ibadah. Tidak berlebih-lebihan, tetapi juga tidak bermalas-malasan. Ibadah yang berleb-lebihan, bisa jadi suatu ketika mengantarkan pelakunya kepada kelelahan atau kebosanan. Pengertiannya bila ibadahpun bisa membosankan lantaran dilakukan dengan kurang tepat, apalagi dengan kehidupan dunia sehari-hari?

Hampir bisa dipastikan, adakalanya orang merasa jenuh dengan kehidupan dunia ini. Mungkin yang membedakan, adalah panjang pendeknya, atau bobot kebosanan itu. Ada yang sebentar ada yang lama. Ada yang sedikit, ada yang besar. Bisa jadi ada orang yang selama hidupnya tidak pernah terbesit rasa bosan sama sekali pada dirinya. Tetapi jumlah mereka mungkin tidak bayak.

Rasa bosan bisa muncul, karena hidup di dunia ini tidak sempurna. Ia lantas bertemu dengan diri kita, yang juga bukan makhluk sempurna. Maka, apapun puncak prestasi, puncak kebaikan, puncak keistimewaan, selama ia masih di dunia, pasti ada kelemahannya.

Ketika menjelaskan beberapa kesenangan duniawi yag difitrahkan untuk manusia, seperti kesenangan pada wanita, anak, harta yang banyak, emas, perak, ternak atau sawah lading (QS. Al- Imran:14), Allah menyambungkan dengan informasi penting. Bahwa semua itu adalah kesenangan dunia. Sementara kesenangan yang lebih baik, ada di surga.

Bahkan, pada ayat berikutnya, Allah mengulanginya lebih tegas lagi, “Katakanlah, Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikiann itu? Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawah nya sungai-sungai, mereka kekal di dalamya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Al-imran :15)

Karenanya, hanya di surga kesenangan yang kekal. Kekal masanya, kekal pula kenikmatannya. Sebaliknya, kesenangan di dunia, tidak kekal masanya, tidak kekal pula kenikmatannya. Apapun bentuknya.

Bosan : Dari HATI Turun Ke Mana-mana
Mungkin mulanya biasa saja. Hanya rasa tidak suka. Meski entah apa sebabnya. Lalu lahir rintik-rintik bosan yang berubah perlahan menjadi banjir malapetaka. Begitulah, bosan bisa datang kapan saja, pada siapa saja, dan dimana saja.

Sesuatu itu membosankan atau tidak, pertama kali tergantung kepada cita rasa diri kita terhadap sesuatu itu. Sementara cita rasa itu dibentuk oleh persepsi kita tentang sesuatu itu, yang kemudian diolah oleh hati, untuk melahirkan sikap yang bermacam-macam terhadap sesuatu itu. Ini bisa disebut dengan factor internal.

Orang yg merasa sudah pintar, misalnya, bisa merasa bosan mendengar informasi yang sudah ia ketahui. Tetapi hatinyalah yang akan memutuskan, apakah ia mau lapang, lalu mengajak pikirannnya untuk menggali sudut pandang lain kenapa ia mesti mendengar atau sbaliknya, hatinya menyikapinya dengan rasa tidak simpati, lalu mengajak pikirannya untuk tidak menghiraukan omongan itu.

Orang yang dikarunia pasangan, harta dan jabatan, bisa saja merasa bosan dengan yang sudah ia dapatkan. Tetapi hatinyalah yang akan menentukan untuk bersikap seperti apa terhadap segala yang ia lihat disekelilignya..

Rosulullah SAW bersabda, “Kalau seorang manusia itu memiliki harta kekayaan seluas lembah, ia akan ingin punya seperti itu lagi. Dan bila ia memiliki harta kekayaan seluas dua lembah ia masih ingin yang ke tiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perutnya kecuali debu. Dan Allah menerima taubat mereka yang bertaubat.” (HR. Bukhori Muslim)

Munculya rasa bosan, boleh jadi bukan karena factor eksteral, tetapi karena factor diri kita sendiri. Karena itulah, di dalam Al-Qur’an, diberikan penjelasan tentang pentingnya bersabar terhadap sesuatu yang secara lahiriyah mungkin tidak enak dan membosankan. Sebab, siapa tau di baliknya ada kebaikan. Dan, penjelasan itu secara khusus, hanya disebutkan dalam dua masalah yang sangat berbeda. Yang satu soal perperangan. Allah SWT berfirman, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqoroh: 19)

Terkait dengan pasangan hidup, Allah berfirman, “Dan bergaul lah dengan mereka secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. An-Nisa:19)

Dua ayat tersebut berkaitan erat dengan dua hal penting dalam hidup manusia. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s