Diambang Batas Hidup!!

Posted: September 8, 2012 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Diambang Batas Hidup, Hidup Atau Mati, Hidup Adalah Pilihan, Hidup Manusia, Perjuanganremajaislampos—JUJUR aja deh, selama ini, ketika kita masih di SD, kita pengen cepet-cepet masuk SMP. Udah di SMP, pengen segera make seragam putih abu-abu di SMA. Nah, di SMA, kebanyakan kita biasanya kepentok: mau kemana en ngapain setelah ini? Lulus? Tidakkah terpikirkan betapa “ngerinya” gerangan kata itu? Efeknya itu lho…

Emang sih kayaknya nggak banyak bermasalah deh buat mereka yang tajir alias banyak duit. Artinya jalan setelah SMA terus saja diterabas. Hanya dari sekian banyaknya, kita juga sadar, yang pas-pasan, juga jauh lebih banyak lagi. Bagi sebagian banyak dari kita, lulus berarti tamat, en hidup berhenti di suatu tempat. Gimana nggak, mau ngelanjutin kuliah, antara ke sekolah negeri atawa swasta, duuuh!!!, beda biayanya cuma sebatas kulit ari alias tipis banget. Sama-sama mahal! Mau kerja? Itu dia, kerja apa yang bisa memadai dengan cuma sebatas selembar ijazah SMA atawa sederajat? Jangan heran aja kalo kemudian, jumlah pengangguran seumuran kita di kolong jagat Indonesia makin banyak aja!

BRO, kita tau banget, setelah SMA, hidup kita berada di tepi jurang. Bagi mereka yang sepertinya nggak mungkin untuk ngelanjutin studi dulu, dan lagi nunggu-nunggu panggilan kerja yang nggak kunjung datang, siap-siap aja ngalamin krisis identitas—ngerasa keberadaan kita jadi nggak jelas. Ya di keluarga, di lingkungan sekitar kita. Gimana nggak, coba aja banyangin, siapa juga yang nyaman kalo hidup kita tiba-tiba berubah jadi sesuatu yang nggak produktif? Kalo ketika masih sekolah kan, ya kita tau kita seenggak-enggaknya masih punya status yang jelas. Punya kerjaan belajar, walo sedikit-sedikit (he he he he). Hmmm, mungkin jadi nggak heran kalo kebanyakan dari kita tuh “terjerumus” bergaul dengan temen-temen yang kerjaannya nonkgrongin jalan, atawa lebih parahnya jadi preman. Moga-moga aja nggak ada deh dari kita yang seperti itu….

Nah, Sohib Muda, kita musti ingat, kita mungkin boleh miskin, boleh nggak punya duit banyak buat kuliah. Kita juga boleh jadi manusia yang nggak jelas karena nggak ketauon nasipnya karena nggak punya kerjaan. Tapi jangan sampe kita jadi kehilangan motivasi hidup atawa jadi nggak punya visi lagi. Kata seorang ahli—siapa yak?—orang yang punya rencana atawa peta dalam hidupnya akan membuat suatu kemajuan walo cuma sedikit, walo banyak menemui rintangan. Sedangkan orang yang nggak punya rencana, tidak akan menemui kemajuan walo pun jalan hidupnya mulus-mulus aja.

Di situlah letak permasalahannya! Jujur aja lagi, kalo kebanyakan dari kita-kita yang masih muda ini lebih banyak punya prinsip, biarkan hidup mengalir apa adanya. Biarkan apa yang esok akan terjadi pada kita. Padahal Sohib Muda, bukan seorang muslim jika ia tidak punya rencana untuk hidupnya hari ini, dan juga esok hari.

SARAN saya, jika Ente kebetulan punya nasib musti jadi “pengangguran” sementara waktu taon ini, ambil HP. Tulis deh SMS, “Mr. President, murahkan pendidikan atau berikan kami pekerjaan,” lalu kirim ke 9668, ahahaha! [chudori@centrin.net.id]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s