Bom Waktu!!

Posted: September 5, 2012 in DID YOU KNOW?
Tags: , , ,

Rokok , Bahaya Merokok , Stop Merokok, Jangan Merokok, Asap Rokokremajaislampos—JANGAN sampe yah ada temen-temen yang ngerokok, apalagi kalo udah sampe kecanduan. Karena emang tuh barang lebih banyak mudhorotnya dibandingkan dengan kebaikannya. So  nggak panteslah namanya rokok ada di tangan kita. Cuman, meski semua orang tau akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, perilaku merokok nggak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan, en bahkan yang lebih ekstrem, temen-temen kita, di sekolah. Hampir setiap saat dapat disaksikan dan di jumpai orang yang sedang merokok. Bahkan bila orang merokok di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun orang tersebut tetap tenang aja menghembuskan asap rokoknya dan biasanya orang-orang yang ada disekelilingnya seringkali nggak perduli.

Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu orang mulai berani merokok biasanya mulai SMP maka sekarang dapat dijumpai anak-anak SD kelas 5 sudah mulai banyak yang merokok secara diam-diam! Mau jadi apa, man?

Kerugian yang ditimbulkan rokok banyak banget bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih aja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik. Nah, racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8 – 20 mg nikotin dan setelah di bakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia. Cekk, ckk, cekk, hebat, hebat… uhuk, uhuk!

Nikotin itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotonin. Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi.  Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena udah ketergantungan ama nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.

Efek dari rokok/tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok nggak begitu dianggap gawat.

Nah, sekarang selain udah yakin kalo rokok tuh bisa jadi termasuk barang yang nggak boleh masup ke dalam tubuh kita seumur hidup kita. [Saad]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s