Don’t Forget Si EQI

Posted: August 11, 2012 in Uncategorized
Tags: , , , ,

remajaislampos.com—Ternyata untuk sukses berprestasi nggak hanya dibutuhin Intelligent Quotient (IQ) yang selama ini udah dikenal luas. Emotional Quotient (EQ), disinyalir pegang peran yang nggak kecil dalam menentukan prestasi seseorang. Ente yang belum tau apa itu EQ, penjelasan ringkasnya adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain. Nah, dengan EQ, kita sekaligus mampu mengakui kesalahan dan kelemahan diri seta tanggung jawab terhadap kesalahan yang udah kita perbuat. Dengan kata lain, EQ mampu mengatasi berbagai konflik yang kita alami. EQ menjadikan kita pribadi yang menyenangkan, cerdas, dan intelektual. Dengan EQ yang matang kita akan memperoleh sukses, baik dalam hidup maupun karir. Lalu bagaimana caranya mengembangkan EQ agar mencapai tingkat ideal?

Pahami diri kita sendiri. Ketahuilah tingkat emosi kita, apakah kita termasuk orang yang sangat emosional atawa biasa-biasa aja. Sadari apa yang membuat kita marah, menangis, sedih, gembira, dan bahagia. Semakin dalam kita mengenal pribadi kita, semakin mudah juga memahami emosi orang lain. Dengan demikian, semakin baik pula tingkat EQ kita.

Sadari kelemahan kita. Menyadari kekurangan dan kelemahan diri sendiri adalah sikap positif yang dapat melatih emosi kita. Tetapi, menyadari kelemahan dan kekurangan diri tanpa berusaha merubahnya tentu bukan sikap yang bijaksana. Buatlah komitmen pada diri kita bahwa kita pasti bisa merubah kelemahan dan kekurangan diri kita selama ini.

Mikili rasa simpati. Kalau kita ngerasa nyaman dan percaya diri dengan kondisi diri kita sendiri, berarti kita udah mencapai fase pengembangan EQ yang nyaris ideal. Kita sudah bisa menerima dan ngedengerin pendapat orang lain, sekaligus memahami kekurangan dan kelemahan orang lain. Semakin besar pengertian kita pada orang lain semakin besar pula kesempatan kita mendapatkan pertolongan di lain hari.

Percaya diri. Sikap percaya diri merupakan salah satu modal kesuksesan kita. Kalau kita yakin dengan kata hati dan kemampuan kita, akan memudahkan kita dalam mengeluarkan pendapat dan mengambil keputusan. Tanpa perlu bergantung pada orang lain, kita bisa mengambil keputusan yang paling tepat dalam hidup kita. Memang, kita tetap membutuhkan bantuan orang lain dalam segala hal, tetapi membangun kepercayaan diri terhadap kemampuan kita, dapat melatuh dalam pencapaian tingkat EQ yang ideal.

Jika kita mengasah kemampuan EQ kita dengan baik, kita akan menjadi orang yang kompeten secara emosional lho. Dalam arti mampu bersikap mandiri (independent) tetapi juga menghargai prinsip saling ketergantungan (interdependent). Dan hanya orang yang mandiri dan menghargai keberadaan orang lain-lah yang akan menjadi manusia efektif dan sukses dalam arti dan kehidupan (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s