Ngadepin Adik or Anak Kecil Bandel

Posted: August 10, 2012 in PSYCO-CORNER
Tags: , , ,

remajaislampos.com—ANAK kecil emang sosok yang menggemaskan. Tangisanya pun kadang-kadang bisa jadi hiburan tersendiri buat kita. Namun, apa jadinya kalau tingkahnya bikin kita naik darah. Apalagi jika saat itu kondisi kita merasalelah setelah beraktivitas seharian. Trus, apa dong yang bisa kita lakukan?

Nasehatin dengan baik-baik

Seseorang akan lebih mudah menerima pendapat or dalam hal ini nasehat kalo yang ngasih nasehat ngelakuinya dengan baik-baik, or dengan sikap yang lembut. Begitu pula ketika menasehati adik or anak kecil yang buandelnya nggak ketulungan. Nasehat kita juga akan lebih diterima jika kita memanggil mereka dengan ungkapan sayang. Misalnya gini: “Sayang… tolong lari-larinya jangan sambil terngkurep-tengkurep ya..” (lha? Emang bisa ya?)

Bersikap tegas

Pren, yang namanya tegas itu bukan berarti galak. Tegas adalah sikap yang sungguh-sungguh or serius dalam memutuskan sesuatu. Begitu pula ketika kita menasehati anak kecil. Sikap yang seperti ini kadang diperluin banget. Apalagi kalo cara-cara halus dalam menasehati yang udah kita lakuin ternyata nggak mempan juga. Usahakan ketika kita melakukan sikap yang satu ini, mimic muka kita terlihat serius, dengan sorot mata yang tajam.

Nggak dilarang untuk ngelarang

Kalo dalam ilmu psikologi, biasanya kita sering denger bahwa ortu itu nggak boleh mengatakan “jangan” or kata-kata yang sifatnya larangan buat sang anak. But, dalam Islam sendiri sebenarnya boleh-boleh saja mengeluarkan kata-kata larangan tersebut ke anak-anak. Misalnya saja waktu itu Rasulullah pernah melarang cucu-cucunya untuk mengambil makanan yang merupakan sedekah dari orang lain. Auay-ayat dalam Al-Qur’an sendiri banyak yang di awali dengan perkataan “jangan”. Begitu pula dengan hadist-hadist. But, ketika kita melakukan sikap ini terhadap adik or anak kecil, jangan lupa untuk menyertakan sikap sayang kita terhadap mereka.

Bersabar, jangan main fisik

Terkadang, kita sering nggak sabar menghadapi mereka. Apalagi jika keadaan kita sedang tidak fit atau lelah. Nggak jarang, cubitan, pukulan, dan jeweran mendarai di tubuh adik kita. Pren, kalo sampe saat ini kita terbiasa ngelakuin hal itu ke adik kita, cepat-cepat tinggalin deh. Kalo ente misalnya udah nggak tahan ingin main fisik ke adik, lebih baik kita timpakan kebarang-barang or benda-benda yang waktu itu ada di sekitar kita. Misalnya nih, pukul aja tembok, lantai dll.

Nah, mudah-mudahan adik kita jadi lebih mengerti dengan keinginan kita, tanpa perasaanya menjadi sedih or tubuhnya menjadi sakit karena perlakukan kita, oceh… [Awe]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s