Demo: To Speak Up Ur Mind!

Posted: August 10, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

remajaislampos.com—Demo yo demo…  Ayo kita aksi… Ikutan Unjuk rasa… Halah, pokoknya rame bener sekarang-sekarang ini orang yang melakukan demonstrasi. Mulai dari demo tentang RUU Antiponografi dam Pornoaksi, sampe unjuk rasa buat Palestina yang kemudian terkenal dengan slogan, one mam one dollar. Keren…  tapi, sebentar dulu pren, sebenernya kita mudeng nggak sih apa artinya demo itu?

UNJUK rasa atau demonstrasi (demo) adalah sebua gerakan protes yang dilakukan ama sekumpulan orang dihadapan umum. Inget yak, sekumpulam. Kalo cuman seorang diri sih, itu mah namanya sakit hati yeee nggak nyambung! Unjuk rasa biasanya dilakukan buwat nyatain pendapat kelompok tersebut atau menentang kebijaan yang dilaksanakan suatu pihak.

Unjuk rasa umumnya dolakukan oleh kelompok mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah atau para buruh yang nggak puas dengan perlakuan majikanya. Namun, unjuk rasa juga dolakukan kelompok-kelompok lainya.

DI Indonesia sendiri sejarahnya demo bermula pada Era Reformasi yaitu pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto ngundurin diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakilnya Presiden BJ Habibie. Sebelom itu wah jangan harap ente bisa demo dengan bebas kayak sekarang. Bisa dicekek ama Eyang nanti. Kecuali demo masak kali yak?

Apa yang menyebabkan demo marak ketika itu? Krisis financial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintah pimpinan Soeharto menyebabkan terjadinya demonstasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Dan pemerintahan Soeharto mungkin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir seluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatanya. Horeee!!

Nah, bukan rahasia lagi, nggak dimana-dimana unjuk rasa kadang dapat menyebabkan pengrusakan terhadap benda-benda. Hal ini dapat terjadi akibat keinginan menunjukkan pendapat para pengunjuk rasa yang berlebihan.

Mungkin selama ini yang ada di benak kita demo tuh identik dengan kekerasan, teriak-teriak, dorong-dorongan, dan segala  tindakan keras lainya. Yang musti kita hindari sih sebenernya menjaga emosi. Kalo kita nggak bisa menjaga emosi, sebenernya jadi nggak akan menyelesaikan masalah, justru menambah masalah. Beberapa tayangan di TV memperlihatkan aksi-aksi demonstrasi yang nggak bisa terkendali, walau ada beberapa yang berjalan tertib. Padahal kan demo itu baik dan perlu serta boleh. Pemerintah juga mengizinkan. Demo dilakukan untuk mengemukakan tuntutan, bukan menambah masalah negeri ini. Bakalan lebih baik jika ketika berdemo, pilih perwakilan untuk berunding dan menyampaikan tuntutanya.

Cara ini lebih bijaksana dan adil yang akhirnya negara lebih aman, tenteran dan damai. Agar tercipta demo yang sehat, tertib dan daling menguntungkan maka antara demostran dan pihak yang didemo harus ada kerja sama, perhatikan serta hubungan timbak balik. Oke, selamat berdemo … eh? [Saad]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s