remajaislampos.com—PERNAH dengerkan tentang perang Hunain? Yap, perang yang hampir saja membuat kaum muslimin mendapat kekalahan yang luar biasa. Langsung to the point yah guys, mari kita dengerin cerita perang hunain ini bareng-bareng yuukk!

Setelah Nabi saw, membuka kota Mekah dan membawa kemenangan yang besar, dan diikuti dengan penghancuran berhala-berhala. Tiba-tiba Nabi saw. mendengar kabar bahwa beberapa kaum dari beberapa kabilah yang berada di sekitar kota Mekah bagian  tengah mengumpulkan kekuatan, seperti kabilah Tsaqif, Kabilah Hawazin, dan lain-lainnya. Mereka mengadakan persekutuan dengan kabilah-kabilah lain. Umumnya mereka belum mau tunduk kepada kaum muslimin, karena mereka masih merasa punya benteng yang kokoh di Thaif. Kabilah-kabilah yang bersekutu dengan mereka yaitu Bani Bakar dan Bani Hilal. Sementara orang-orang yang mereka angkat menjadi pemimpin mereka antara lain ialah Kinanah bin Abu Jalil Ats-Tsaqafi untuk kaum bani Tsaqif, Malik bin Auf An-Nashriuntuk kaum Hawazin. Di riwayatkan pula bahwa Malik bin Auf mengeluarkan perempuan dan anak-anak bahkan budak belian mereka untuk dijadikan tentara mereka. Karena hal tersebut, terjadilah percekcokan di antara mereka. Namun akhirnya, mereka menyetujui sikap yang diambil Malik.Tentara dari Hawazin serta sekutunya yang ribuan jumlahnya itu berangkat bersama menuju dusun yang bernama Hunain, yang terletak di antara Mekah dan Thaif.

Nah, setelah mendengar kabar demikian, tentu saja Nabi saw. tidak  membiarkan begitu saja. Beliau segera mengerahkan pasukan guna menghadapi pihak musuh. Ketika itu tentara islam berkekuatan lebih dari 12.000 personil, yang terdiri dari 10.000 personil dari tentara Mekah dan 2.000 personil dari penduduk Mekah yang baru masuk islam. Di samping itu ada pula 80 orang kaum musyrikin yang dengan suka rela menjadi tentara, di antaranya ialah Shafwan bin Umayyah.

Begitu Rasulullah saw selesai mengatur barisan, berangkatlah beliau beserta pasukan kaum muslimin yang jumlahnya besar tersebut pada tanggal 6 Syawwal tahun kedelapan Hijriah menuju ke Hunain. Tanpa di ketahui nabi, di antara para tentara muslimin ada yang mengatakan, “kita yakin bahwa kemenangan pasti jatuh ketangan kita dan pihak musuh tidak akan dapat mengalahkan kita”. Mereka berkata demikian karena mereka tak pernah berperang dengan jumlah tentara yang begitu besar jumlahnya serta membawa perbekalan dan persenjataan yang cukup lengkap.

Kemudian Nabi saw. serta tentara Islam bermalam di jalan masuk ke lembah Hunain yang telah dijadikan sarang oleh pihak musuh. Saat fajar, pasukan kaum muslimin kembali melanjutkan perjalanan, namun tanpa disangka-sangka pihak musuh menghujani tentara kaum muslim dengan anak panah. Karena tentara kaum muslimin dalam keadaan tidak siap, hal itu mengakibatkan tentara Islam menjadi kaca balau, kocar kacir tak karuan. Beruntung Allah SWT. memberikan ketenangan pada hati Rasulullah saw. Sehingga beliau dapat kembali mengatur barisan dan memenangkan pertempuran. Jika tidak, dapat di pastikan usaha yang dilakukan selama dua puluh tahun akan sia-sia.

Nah, jadi mari kita ambil kesimpulannya. Yang pantas dan memang seharusnya kita jadikan sebagai penolong ialah Allah. Tanpa pertolongan Allah, apa yang kita inginkan tidak mungkin akan terjadi. So, mulai sekarang yuk kita berlomba-lomba dalam kebaikan mungpung masih ada kesempatan. Apalagi sekarang adalah Bulan Rhamadhan, Bulan yang penuh berkah. Bukankah Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda buat hambanya yang melakukan amal kebaikan. Semoga kita semua bisa menjadi hamba-hamba yang layak ditolong. Amin. [Savanah]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s