Kisah si Fulan

Posted: August 6, 2012 in SHOUT UR MIND!
Tags: , , , ,

remajaislampos.com—Semua orang juga tahu kalo yang namanya usia remaja kayak kita-kita ini rentan dengan barang haram, apa lgi kalo bukan Narkoba, rata-rata masyarakat langsung men-judge kalo anak yang ngalamin broken home, karena ortunya cerai, sering ribut atawa pergi ninggalin mereka pasti ujung-ujungnya nge-Drugs lalu bunuh diri! Bener nggak sih?

Sebenernya enggak juga sih, asalkan si anak tersebut punya ahklak yang bagus dan agamanya kuat insyaAllah akan terhindar dari barang haram itu tadi. Tapi, ada tapinya nih, banyak juga anak yang jadi kacau karena masalah keluarga itu tadi, mereka prustasi en melampiaskan ke-galauannya lewat aktivitas yang menurut  mereka bisa ngilangin masalah yang di derita, bisa bikin tubuh mereka ‘terbang’ ‘melayang’ jauh.

Salah satu temen ane nih, dia sempet cerita tentang sisi gelap hidupnya (mati lampu dong? Haha) magsudnya sifat buruknya ketika masih pake seragam abu-putih. Yap, masa-masa SMA bagi si Fulan emang ‘mengesankan’ gimana enggak, dari kelas 10 ampe 12 si Fulan di ‘CAP’ preman sama seantero sekolahannya. Ckckck, serem amat yak!

Pernah kebayang nggak sih, seorang anak SMA kelas dua udah bisa dapetin uang lebih dari satu juta dalam waktu kurang dari sepekan? Nah, si Fulan ini cerita kalo doeloe dia gampang banget dapetin duit segitu banyaknya dalam waktu kurang dari LIMA HARI!!!! Wow! Eits, jangan ngerasa bangga dulu yak coz dia dapet duit itu dari hasil malakin siswa-siswa baru di sekolah. Hmm, pantesan!

Hidup en tumbuh di tengah keluarga yang bisa dibilang jauh dari agama bikin tuh anak jadi kacau, apalagi pas masuk SMA dia makin ‘Liar’ aja, wadoh! Singa kalee ah.. he he he! Dari mulai malakin, nyolong Mangga tetangga, sampe berantem udah jadi kegiatan rutin sehari-hari si Fulan, padahal nih, waktu masih SMP dia bisa di bilang punya otak yang lumayan.

Ortunya udah berusaha untuk meng’insyaf’kan anak kesayangan itu dengan cara mendaftarkan si Fulan ke pesantren dengan harapan anak kesayangannya itu bisa berubah menjadi anak yang sholeh. Bukannya nurut, si Fulan malah nantangin bapaknya pake golok! Dia nggak mau masuk pesantren! Orangtuanya pun udah nggak bisa ngomong apa-apa lagi.

Di SMA juga lah, si Fulan mulai kenal  dengan Rokok, kemudian Miras en akhirnya dia menjadi pemake Ganja.

Tapi, semenjak masuk kuliah si Fulan dapet hidayah dari Allah. Suatu hari si Fulan pergi jalan-jalan sendirian en di sepanjang jalan itu dia denger suara Adzan (padahal jarak perjalanannya lumayan jauh lho! Pake ankot pula) mulai dari situ sedikit-sedikit si Fulan udah mulai sadar akan dosa-dosanya, akhirnya dia memutuskan untuk gabung di Rohis kampusnya. Si Fulan ber ikrar pada dirinya “Gue mau jadi orang bener” orang tuanya seneng banget, mereka bersyukur kepada Allah karena telah memberikan hidayah kepada anak laki-lakinya itu.

Sekarang si Fulan udah hidup tenram, bahagia, dan insyaAllah menjadi anak sholeh. Itu semua berkat do’a orang tuanya yang senantiasa berdoa kepadaNya agar anak nya itu menjadi anak sholeh, dan Allah pun mendengar doa mereka.

Alangkah indahnya hidup kita, jika di usia remaja kita ini digunakan dengan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Apa kita rela, tubuh kita rusak gara-gara rokok, hidup kita hancur gara-gara nge-Drugs, kita di-judge sama masyarakat sebagai orang yang kacau? Naudzubillah..

Mumpung usia kita masih muda, cabalah berkreasi, bikin ortu kita-kita bangga kalo yang ortunya udah pergi ke hadirat-Nya, do’ain mereka, jangan pernah bikin mereka kecewa sama tingkah laku kita, jangan sekali-kali melawan sama mereka. Sekali lagi, bikin mereka tersenyum bangga bukan malah bikin mereka menangis karena ulah kita. Seperti dalam Q.S Al-Isra ayat 23 yang artinya:

“dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”

Dari ayat tersebut, sangat jelas kalo Allah SWT melarang kita untuk melawan, membangkang, membentak, berkata kasar kepada orang tua kita. Dan mengucapkan kata “ah” kepada mereka tidak dibolehkan dalam agama, apa lagi mengucapkan kata-kata atawa memperlakukan mereka dengan lebih kasar, bisa –bisa kita masuk neraka jahanam nantinya. Ihh.. naudzubillah. Semoga kita termasuk anak-anak yang sholeh dan sholehah, Amin.. [indra/remajaislampos]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s