Ideologi Dalam Kaos Oblong

Posted: August 4, 2012 in CURCOL REDAKSI
Tags: , , , ,

remajaislampos.com—NAMANYA juga anak muda, tentu aja suka pake kaos oblong. Bener nggak? (Tapi sebenernya, bukan hanya anak muda doang, anak tua (maksudnya orang dewasa pun sama aja, he he he). Ya, kaos oblong emang simpel, nggak ribet, adem, en terutama murah-meriah lah (emang ada juga yang mahal sih). Nah, kalo mau diperhatiin, apa aja yang biasanya nongol di sebuah kaos oblong?

Banyak, bos! Mulai dari pabrik kata-kata humor, sekadar teraan nama warehouse yang ngeluarin tuh produk, juga gambar-gambar tokoh-tokoh terkenal. Mulai dari Britney Spears, Madonna, Slank, sampe yang paling sering Che Guevara. Nah, nama yang terakhir ini, kayaknya bisa dikatakan sebagai “ikon” kaos yang paling sering nongol, dan tentunya disukain.

Kita emang nggak kenal Che Guevara. Tapi kalo selewat sih, dari kaos-kaos yang banyak dipake anak muda en buku-bukunya, lumayan akrab juga he he he. Apa boleh buat, Che Guevara telah menjadi tokoh legendaris abad XX. Dia jadi ikon revolusi yang potretnya melekat di kaos oblong, poster, pin, dan aksesori lainnya. Kalimat “Hasta la victoria siempre!” yang ditulisnya kepada Fidel Castro saat meninggalkan Kuba telah menjadi salam heroik anak-anak muda. Entah kenapa, Che menjadi begitu idolized di kalangan remaja.

Pada usia empat tahun Che diboyong keluarganya ke Kordoba dan tinggal di kota Alta Gracia. Di sinilah Che menghabiskan masa kecilnya. Tapi, nggak seperti kebanyakan anak pada umumnya, Che nggak bisa mengikuti sekolah dasarnya hingga ia berusia tujuh tahun. Penyakit asma yang dideritanya memaksa Che untuk tinggal di rumah. Baru pada tahun-tahun berikutnya Che bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Di sinilah, pada usia 11 tahun, debut politiknya tampak dengan mengorganisir kawan-kawannya untuk nyerang setiap lampu tunggal di seluruh kota dengan ketapel. Saat itu para pekerja lampu melakukan pemogokan di seluruh provinsi dan sebuah perusahaan berupaya menyewa orang untuk menghentikannya.

Semenjak dari kecil, sampe remaja, Che udah diset untuk jadi seorang ideolog yang kemudian musti disebarin ke seluruh pelosok dunia. Hidup Che dihabiskan dari satu rapat ke rapat yang lainnya. Dari satu “pembinaan” ke “pembinaan” lainnya yang nggak pernah henti-henti. Waktu istirahat Che lebih sedikit dari anak-anak remaja seusiannya. Dan waktu belajar Che lebih banyak daripada anak-anak seusianya. Hingga akhirnya jadilah Che seorang sosialis dan komunis sejati.

Brur, ada yang lebih hakiki ketika mengenakan sebuah kaos oblong. Jangan sekadar make doang, tapi kita nggak peduli dengan apa yang ada dalam kaos tersebut. Kaos itu—apapun, mencerminkan siapa dan gimana diri kita pada lingkungan sekitar. Apalagi kita anak muda yang mustinya punya sikap en pilihan yang konsisten. So, jelas, masak kita sebagai orang Islam akan dengan bangga make kaos oblong dengan gambar Che Guevara. Karena kaos oblong itulah, ideologi kita! []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s