KNOWLING LIRSELF!

Posted: July 25, 2012 in PSYCO-CORNER
Tags: , ,

remajaislampos.com—Hari gini, sering jiper duluan ngadepin sesuatu yang baru? Ada masalah dalam diri kamu? Mungkin aja kamu punya penilaian yang negatif (konsep diri negatif) tentang kemampuan diri kamu sendiri, atau mungki sebaliknya. yuks, kita cari tahu tentang itu…

KONSEP diri kalo didefinisiin itu adalah keyakinan, pandangan, atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan punya konsep diri negatif kalo ia meyakini en memandang dirinya itu lemah, nggak berdaya, nggak bisa buat apa-apa, intinya pokoknya dia itu ngerasa nggak yakin dengan dirinya sendiri. Orang yang punya sikap mental kayak gini biasanya jadi orang yang pesimis dalam ngadepin hidup. Segala tantangan yang ada di hidupnya malah sering bikin ciut nyali en justru bukan dijadiin sebagai ujian buat dirinya. En kalo ngalamin suatu kegagalan, biasanya akan nyalahin dirinya sendiri dan terkadang juga orang lain.
Kira-kira, apa sih yang nyebabin konsep diri orang itu beda-beda?

POLA ASUH ORANG TUA
Didikan orang tua sama anak-anaknya sejak kecil emang punya andil yang gede buat perkembangan jiwa sang anak hingga dewasa. Nggak heran, kalo sang anak sejak kecil udah biasa diomeli, dipukul, nggak dikasih perhatian yang tulus dari hati (bukan sekadar perhatian berbentuk materi), nggak pernah dipuji, bahkan mungkon nggak pernah dipanggil “sayang” sama ortunya, bisa jadi bikin sang anak ngerasa nggak cukup berharga buat dikasihi en disayangi. Jadi, si anak menilai dirinya berdasarkan apa yang dia terima dari keluarga en lingkungan.
En sebaliknya, anak yang udah biasa mengalami hal yang enak tenan sejak kecil, ngerasa dihargain en disayangi, dipuji jika ngelakuin hal yang baik, ditegur dengan baik jika ngelakuin kesalahan, bisa jadi bikin sang anak ngerasa dihargai en diperhatiin dengan baik, dan anak menjadi merasa “bernilai” terhadap dirinya.

KEGAGALAN ITU SENDIRI
Kegagalan yang dialami oleh seseorang seringkali jadi pertanyaan buat diri sendiri en ujung-ujungnya, buat orang yang punya konsep diri sendiri yang negatif, akan nganggep kegagalan itu desebabin sama dirinya yang nggak berarti, jadi ia akan nganggep bahwa dirinya nggak berguna.

ALHASIL, sebagai seorang muslimyang insyaAllah mu’min, mesti jadi orang yang punya konsep diri positif. Gimana caranya? Yakinlah dengan potensi diri yang udah dikasih sama Allah, keep “husnudzan” dan bukankan Allah mengikuti prasangka hamba-Nya?
Kalo saat kini kita ngerasa punya konsep diri negatif yang lebih dominan, en ngerasa juga penyebab itu juga, mungkin karena pola asuh orang tua yang kurang “baik”, maka lebih baik kita ber’azzam untuk nggak nimpain hal itu buat anak-anak kita kelak, en coba dipikir lagi deh, se-“kurang-kurang”-nya ortu ngedidik kita, tetap aja kebaikannya sulit dibales, kan? [] Awie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s