Hantu Pemanasan Global

Posted: July 19, 2012 in IPTEK
Tags: , ,

remajaislampos.com—PRENS, hari-hari ini dunia makin panas aja yak?! Tul nggak??! Trus, katanya es di antartika udah pada meleleh, akibatnya permukaan air laut tambah tinggi aja. Nah lho, trus gimana neh hidup kita selanjutnya? Lagipula, kenapa sih bisa kejadian kayak gitu? Itu guys, yang kita hadapin sekarang nih akibat pemanasan global. Apaan tuh…..

Bumi Bakalan Makin Panas

Right, para ilmuwan di nagri sana, udah pada getol buat bikin simulasi iklim bumi lewat pemodelan komputer. Katanya sih, mereka udah memprediksi kalo bumi bisa makin panas coz suhu udara bakal naek sampe 11,50 Celcius! Can you imagine how hot this world?! Hal ini terjadi kalo konsentrasi karbondioksida (CO2) pada atmosfer mencapai tingkat yang diperkirakan pada akhir abad lalu. Akhir tahun lalu aja, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC) memperkirakan adanya kenaikan CO2 1,4-4,50 Celsius.

Nah, di laen pihak, ente mungkin pada nanya nih kenapa bisa terjadi pemanasan global? Ya itu karena bumi kita ini menyerap lebih banyak energi matahari daripada yang dilepas kembali ke ruang angkasa. Artinya, itu terjadi karena aktivitas manusia juga, Guys. Kenapa nggak? Soalnya manusia kan penghuni bumi, ya yang bisa bikin bumi hancur juga karena ulah manusia (atas kehendak Allah juga sih).

Hasil pengamatan terakhir, ternyata atmosfer bumi menyerap energi 0,85 watt per meter persegi (setara ama 7 triliun bola lampu 60 watt!), lebih dari energi yang dilepasin lagi. Prens, padahal, butuh energi yang gede lho buat bikin perubahan di bumi, walaupun emang sih penyerapan energi itu sudah berjalan dalam rentang waktu yang lama (bahkan lebih tua dari peradaban manusia kali!). Sementara itu, penyebab bumi bisa menyerap energi itu coz efek rumah kaca yang terbentuk oleh lapisan gas karbon dioksida. Lapisan CO2 tersebut menyerap radiasi panas yang dipantulin bumi yang seharusnya dilepasin ke ruang angkasa. Got it?! Jadi, selama manusia nggak bisa berhenti memproduksi gas rumah kaca itu, pemanasan global akan terus berlanjut.

2005, Taon Terpanas

Ada dua indikator kenapa 2005 dibilang sebagai taon terpanas sejak catatan temperatur dimulai pada taon 1800-an, yaitu (1) El-Nino yang lemah; (2) gas rumah kaca. El-Nino terjadi waktu air hangat menyebar di kawasan perairan Pasifik (nah, buat lebih jelasnya, tanya ama guru IPS masing-masing!). Nah, kalo gas rumah kaca itu, seperti yang tadi udah dijelasin, adalah bahan-bahan polutan hasil kerjaan manusia, ya dari kendaraan, dari industri, en so on. Semua itu bisa nyebabin naeknya temperatur global.

Taon-taon paling panas yang tercatat sebelumnya adalah taon 1998, trus taon 2002, 2003, en 2004. Pada taon 2004, rata-rata temperatur global sekitar 140 Celcius atawa sekitar 1,50 lebih hangat dibanding pada abad pertengahan (ehm, perbandingannya jauh amir!) Dari temperatur rata-rata yang diambil dari daratan en permukaan laut nunjukkin kalo taon 2004 memiliki suhu 0,480 (lebih tinggi dari suhu rata-rata taon 1951 sampe 1980).

Kalo mo bukti bahwa kita sekarang lagi dikejar hantu pemanasan global yaitu melelehnya es di antartika. Dahsyatnya, Bro, diduga lebih dari 13.000 km2 laut es di Semenanjung Antartika telah hilang dalam kurun waktu 50 tahun terakhir ini! Melelehnya Semenanjung Antartika bahkan telah menghilangkan lautan es yang dahulu berfungsi menahan gerakan gletser. Akibatnya, gletser kini mengalir ke lautan enam kali lebih cepat dibanding sebelumnya. Ayo loh, bisa-bisa kita dikepung lautan neh!

PENTING!

Beberapa bagian utama gunung-gunung es Antartika telah pecah pada dekade ini. Beting es Larsen A, yang berukuran 1.600 km2, telah pecah tahun 1995. Beting es Wilkins seluas 1.100 km2 runtuh tahun 1998, dan Larsen B yang luasnya 13.500 km2 terlepas tahun 2002.

Salah satu faktor penghalang panas matahari adalah awan. Awan ternyata ada beberapa jenis.

  1. Awan cirrus adalah awan yang tipis, biasanya berguna sebagai petunjuk cuaca cerah. Awan tipis ini terbentuk di atmosfer yang lebih tinggi yang kandungan uap airnya sedikit.
  2. Awan cumulus adalah awan yang bergumpal-gumpal seperti kapas (cumulus artinya berkumpul). Sebenarnya awan-awan itu datar en mungkin sekitar 1.000 m di atas permukaan tanah. Cumulus biasanya dihubungkan dengan udara cerah, but kalo udara berubah, namanya jadi cumulonimbus (nimbus artinya hujan). (Hei, ingat Nimbus 2000-nya Harry Potter, yak?!) Nah, kalo gitu berarti hujan angin ribut yang disertai petir.
  3. Awan stratus adalah awan yang berwarna keabu-abuan yang biasanya menutupi seluruh langit atawa langit mendung gitu loh! Kadang mendung nggak berarti hujan lho, maksudnya, bisa aja cuman gerimis. Kalo hujan beneran, namanya nimbo stratus. [] berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s