Jangan Beri Mereka Uang!

Posted: July 18, 2012 in BAUT
Tags: , , , ,

remajaislampos—SADAR maupun nggak, kita kayaknya udah terjebak oleh rasa “kasihan” serta “ketakutan akan tindak kejahatan di jalanan” pas ketemu ama anak-anak jalanan. Nah, di sisi lain, “kasihan” tersebut yang selalu menjadi senjata bagi anak jalanan untuk memperoleh uang. Maka nggak heran jika anak jalanan di jadikan komoditas “kasihan” bagi orang tua mereka. Coba aja liat, adalah hal yang biasa ibu-ibu ngamen sambil ngais-ngais bocah kecil. En yang lebih tragis lagi adalah anak-anak dikelola di jalanan oleh koordinator dibawah ancaman.
Sebenernya, ada beberapa usaha untuk membantu mereka mengeluarkan dari kehidupan jalanan, namun usaha tersebut terkendala akan “easy money”. Beberapa anak jalanan dibina dirumah singgah dengan diberikan bimbingan pendidikan, keterampilan dan pemberian kesempatan kerja. Tapi ironisnya neh Bro, biasanya mereka hanya bertahan beberapa bulan lalu kembali ke jalanan. Beberapa anak disekolahkan dan ditanggung biaya hidupnya pun kembali ke jalanan. Setelah ditanyakan alasan kembalinya mereka karena lebih mudah memperoleh uang di jalan daripada bekerja atau kembali bersekolah.
Dudes, secara singkat bahwa pemberian uang sebenarnya berdampak mengerikan bagi nasib si anak jalanan. Kenapa emang? Secara nggak langsung uang tersebut udah menginvestasikan kemalasan, kebodohan, tingkat kriminalitas, masa depan suram bagi anak-anak yang kita beri. Padahal menurut rumah-rumah singgah, terdapat beberapa alternatif “KESEMPATAN” yang anak jalanan petrlukan. Kalo kamu peduli terhadap nasib mereka dan mau jadi volunteer, nih diantaranya REMAJAISLAMPOS sarikan buat kamu.
PENDAMPINGAN. Karena perlakuan keluarga maupun lingkungan menyebabkan anak jalanan terkadang merasa bahwa mereka adalah anak yang tgersingkirkan dan nggak dikasihi. So, kita disini dapat memulihkan percaya diri mereka “uang” kita dapat dialihkan dengan waktu yang kkta berikan untuk mendampingi mereka. Dengan sikap “penerimaan kita” tersebut dapat mengatasi “luka masa lalu” mereka.
BANTUAN PENDIDIKAN. Kita dapat membantu mereka dalam pendampingan bimbingan belajar, memberikan kesempatan mereka untuk sekolah lagi dengan beasiswa, Bimbingan Uper (Ujian Persamaan) untuk anak yang telah melewati batas usia sekolah. “uang” kita dapat kita konversi menjadi “Beasiswa”.
BANTUAN KESEHATAN. Dengan latar belakang pendidikan yang rendah serta lingkungan yang nggak sehat mengakibatkan mereka rentan dengan penyakit. Pada kondisi sekarang mereka bukanlah nggak memiliki uang untuk berobat namun kesadaran akan mahalnya kesehatan sangat rendah dalamlingkungan mereka. “Uang” kita dapat rubah menjadi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk awarenees, subsidi obat-obatan serta subsidi perawatan kesehatan.
PENYEDIAAN LAPANGAN PEKERJAAN. Langkah ini merupakan salah satu obat mujarab terhadap penyakit masyarakat yang menjangkit bahkan telah membusuk dalam bangsa ini.
BANTUAN PANGAN. Dengan tingginya harga sembako membuat rakyat marginal nggak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Denga “uang” dapat kita konversi dengan bantuan pangan dengan mengadakan bazar sembako murah, kembali kita nggak boleh memberikan kepada mereka secara gratis.
SO, nggak selamanya memberi itu bisa nyelesein masalah kan? Kalo kamu tertarik, bisa jadi ribet melakukannya. Tapi sesungguhnya kita bisa melakukan kerja sama dengan banyak institusi atawa rumah singgah tertentu atawa juga bikin rumah singga sendiri. Kenapa nggak? [] Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s