Andrew Garfield; Sang Spider-Man Yahudi

Posted: July 7, 2012 in DID YOU KNOW?
Tags:

islampos.com—FILM mana y,ang lebih bunyi sekarang daripada The Amazing Spider-Man? Man, dienggak-nggak juga film seri reboot dari serial superhero Amerika rekaan ini jadi menyita perhatian kita-kita, generasi muda. Mulai dari Spidey yang baru, gadgetnya, kostumnya, sampe castingnya.

Satu sosok paling menyita perhatian adalah Andrew Garfield yang mendepak Tobey Maguire sebagai Spider-Man. Garfield, cute banget ya? Sedangkan Maguire konon mengikuti sikap Sam Raimi 9sang sutradara) yang mutung ketika Spider-Man 4 tengah dikerjakan. Tapi tau nggak sih kalo Peter Parker, alter ego dari Spidey mengingatkan orang pada jenis orang yang sering digambarkan dalam semua film yang bercerita tentang kamp Yahudi?

Ini masuk akal, tentu saja, setidaknya menurut Simcha Weinstein Up, Up and Oy Vey: How Jewish History, Culture and Values Shaped the Comic Book Superhero” yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Parker adalah seorang Yahudi. 

Weinstein juga menyebutkan bahwa penulis komik Spider-Man, Stan Lee (lahir sebagai Stanley Martin Lieber) adalah Yahudi, dan bahwa semua karakter yang dikembangkannya melambangkan nilai-nilai Yahudi . “Peter Parker adalah seorang kutu buku yang tumbuh di Forest Hills, nama tengahnya adalah Benyamin dan dia termotivasi oleh rasa bersalah … saya melihat hubungannya, “kata Weinstein kepada Israel National News.

“Sama seperti generasi Yahudi, nenek moyangnya dihapus (karakter Paman Ben dibunuh oleh seorang perampok) dan tak peduli mereka punya kekuatan atau tidak, mereka tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikannya. Tema bersalah Yahudi berjalan sebagai sebuah arus bawah yang kuat,” katanya.

Garfield mungkin sebagai penghubungnya. “Saya merasa seperti memiliki rasa bersalah kompleks yang sangat besar dan jika saya tidak melakukan apapun yang baik maka tidak ada alasan nyata untuk ini,” kata aktor berusia 28 tahun itu dalam wawancara dengan IndieLondon. Menurut Garfield, hal itu berasal dari kompleksistas “menjadi Yahudi”. “Dan ya, saya yakin itu berasal dari yang istimewa. Saya dibesarkan di sebuah rumah kelas menengah. Saya belajar di sekolah swasta. Saya mendapat banyak sangat baik dalam hidup,” ujarnya. [sa/islampos/jewishjournal]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s