Cara Kerja Televisi

Posted: July 4, 2012 in IPTEK
Tags: , , , , ,

remajaislampos—Orang Indonesia boleh miskin. Tapi nggak bisa kalo nggak punya televisi. Benda yang 15 taon yang lalu masih tergolong  muahal banget ini emang udah jadi “kehidupan” pribadi sehari-hari. Siapa coba yang nggak kenal sama televisi? Mulai dari orang tua, remaja kayak kita apalagi, bocah-bocah balita pun udah akrab bener  sama  kotak ajaib ini. Bagaimana nggak ajaib, hanya dengan menekan tombol, aneka gambar berseliweran di sana. Ada suarnya lagi. Coba pikir deh…

Emang, banyak  hal bisa kita liat lewat  layar televise. Dari berita perang, bencana, ekonomi, olahraga, juga aneka film dan aksi panggung para artis dalam negeri  maupun mancanegara. Disbanding ama media-media lain, televise jelas paling komplet. Selain jangkauannya luas, secara audio visual pun bisa mengkover  semua kejadian. Hingga nggak heran aja kalo kejadian di dunia ini bisa hadir di rumah kita.

Nah, tapi tau nggak sih giamana kok bisa televisi menghadirkan gambar dan aneka siaran ke rumah kita? Oke, kita geber sama-sama…

Semuanya bermula dari studio. Jelas studio televise—nggak mungkin lah studio foto hi hi hi. . Aneka program siaran yang kita lihat di televisi  bermula dari studio sebuah  stasiun  televisi. Di studio, kamera besar  mengubah  gambar menjadi listrik. Bersama-sama dengan gambar, suara itu kemudian disalurun

Nah, dikamar inilah, gambar yang berasal dari kamera dilihat lagi lalu dipilih yang terbaik. Artinya, inget yak, gambarnya nggak cuman satu aja. Sebuah adegan di studio itu hamper pasti disyut dengan berbagai angle  (susut). D ikamar kendali ini pula, gambar-gambar itu kemudian diubah menjadi  gelombang  yang dapat disiarin ke udara. Oleh antenna di rumah kita, gelombang-gelombang itu ditangkap dan dikumpulkan. Selanjutnya, tabung televise megembalikan gelombang ini menjadi gambar. Caranya dengan menembakan berkas electron ke layar televisi  dari belakang. Berkas itu mengenai fosfor di seluruh layar  dan menyalakannya. Bum! Jadilah kita terhibur he he he…

NAMUN, selain itu ada beberapa cara lain juga untuk  menyampaikan sinyal teleisi ke pemirsa.

Yang pertama, apalagi kalo bukan lewat satelit. Disini satelit memperkuat sinyal, lalu memancarkannya kembali ke kawasan tertentu. Sinya itu kemudian diterima antena parabola di rumah. Ini kayak waktu ada kejadian tsunami di Aceh. Semua stasiun televisi masih bisa nyiarin berita dari Serambi Mekkah dengan bantuan satelit walaupun jaringan komunikasi  yang lain udah rusak. Atawa contoh paling sering adalah kalo ada pertandingan langsung world cup atawa juga Formula1.

Cara yang kedua adalah lewat kabel. Di sini, stasiun bumi menerima sinyal, lalu mengirimkannya ke rumah kita lewat kabel. Biasanya yang kagak gini jadi mahal banget. Istilahnya adalah pay per view. Hebat yak manusia? [] Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s