remajaislampos— Emang bener kata Rasulullah saw, hindarilah makan makanan yang berbau tajam, kayak bawang putih, jengkol, pete, en so on. Jelas, selain pas makannya  nggak tenang, ente juga bakalan resah gelisah karena sewajarnya ente bakalan ngeluarin gas! Yap, palinh nggak, manusia ngebuang gas dari dua jalan, kalo nggak dari ekor (map, bokong magsudnya) atawa dari mulut. Nah, cuup beda kan?!

Sendawa=kesenduan

Gas yang satu ini dikeluarin dari mulut. Gimana bisa? Soalnya guys , sehari-hari ente banyak nelen udara waktu makan (wah, yang sering makan angin neh, ati-ati!). apalagi kalo ente suka minum minuman yang bersoda, alamat bahaya tuh! Coz bukan Cuma udara yang ente telen CO2 alias karbondioksida. Selain itu, tubuh kita memproduksi gas sendiri  sebagai hasil proses  pencernaan.  Seengak-enggaknya, satu liter gas dikeluarin dari tubuh ente setiap harinya (ngomonh-ngomong gimana nakernya tuh?) gas-gas itu ada yang bau en ada yang nggak bau. Ya itu tadi, depend on apa yang ente makan. Ingat lho, rata-rata orang ngeluarin gas 10 sampe 15 kali tiap harinya (waduh, repot juga neh!). salah satu ngeluarin tuh gas adalah dari mulut yang dikenal dengan sendawa atawa bahasa Indonesianya, kesenduan (yee….sendawa kan juga bahasa Indonesia). Perjalana gas buat bersendawa kurang lebih 30 sampe 45 menit.   Makannya, jangan banyak makan kol, singkong, buncis, en bawang biar nggak cepet  bersendawa.

Sendawa sendiri mengandung udara lebih banyak daripada gas buangan  laen (hehehe), jangan Tanya kenapa…

FLATUS, GAS BUANGAN MANUSIA

Nah, sobat REMAJAISLAMPOS bukannya mo ngomong jorok neh, but satu lagi cara cara ngebuang gas adalah dari belakang, yaitu berupa kentut. Buat lebih amannya en biar mengandung nilai rasa bahasa yang lebih tinggi (halah, bahasaya jo,jo…) kita sebut aja Flatus, sepakat? Nggak jelas nama Flatus dari  mana tapi yang pasti neh nama lebih okelah disbanding yang satunya.

OKE, kata seorang ilmuan yang udah neliti Flatus, dia hanya nyaranin jangan  Cuma tau bau en suara Flatus aja. Coz Flatus is more than that, you know…

Flatus berasal dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang ente telen, gas yang menerobos ke usus dari  darah adalah gas dari reaksi kimia en gas dari bacteria dalam perut (wah, komposisi yang aneh en menyeramkan!!!) terbukti, makin banyak udara yang ente telen, makin banyak udara yang ente telen, mskin banyak kadar nitrogen yang terkandung  dalam Flatus (makannya, sering-sering mingkem, jack!). Loh, kok bisa? Ya iyalah, soalnya kalo oksigen yang kita hirup bakal terabsorsi alias terserap  sama tubuh sebelum nyampe di usus. Selaen  itu juga, adanya reaksi en bakteri kimia antara asam perut en cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri  juga mengasilkan metana. Tentu aja proporsi masing-masing  gas tergantung apa yang ente makan, berapa banyak udara yang ketelen, jenis bacteria dalam usus, en berapa lama ente menahan flatus (hehehe, ati-ati meledak!). makin lama menahan flatus, makin besar juga proporsi nitrogen coz gas-gas laen terabsorsi sama darah lewat dinding usus. Nggak heran kalo orang makanya cepet-cepet, kadar oksigen dalam flatusnyam lebih  banyak coz tubuh nggak sempat mengabsorbsi oksigen.

Bau flatus terjadi karena kandungan hidrogen sulfida en merkaptan yang keduanya mengandung sulfur (ya ampum, ternyata selama ini, flatus kita mengandung zat-zat berbahaya…). Singkatnya telor en daging punya peran besar buat memproduksi bau flatus, en kacang-kacangan punya andil dalam memperbesar volume flatus. Bunyi itu sendiri ada karena adanya vibrasi lubang anus (kalah dah henfon! Ada getarnya ) saat flatus diproduksi, kerasnya  berganting pada kecepatan gas.

Flatus jelas keluar  dari dubur coz density-nya lebih ringan. Gerak peristaltik usus (kalo nggak ngerti Tanya guru biologi aja yak) mendorong isinya  ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik  usus menjadikan ruang menjadi bertekanan so memaksa isi usus, termasuk gasnya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus.

Beberapa sebab orang sering membuang gas flatus adalah sering nelen udara, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naek pesawat terbang (coz  tekanan udaranya lebh rendah, jack, so  gas di dalam usus mengalami ekspensi en sensasi luar biasa so keluarlah…….)

Wah, mending nggak usah diterusin aja ceritanya yak coz lama-lama mual juga neh. Btw, perlu diketahui juga bahwa flatus sangat ampuh menyerang siapa saja, dimana saja, meskipun tdak berbunyi tapi mematikan (silent but deadly, hiiii….) [] Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s